Bagian 2:
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak
dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri
tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,
dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah
baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang
lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran
bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu
bersyukur. (QS Al-Baqarah.” [2] : 183 -185)
Juga Nabi bersabda:
“Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang
haq kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh,
menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan
berpuasa pada bulan Ramadhan.” (Mutafaq Alaihi)1
Pada riwayat dalam Shahih Muslim: “…Berpuasa pada bulan Ramadhan dan
mengerjakan haji ke Baitullah.”
Kaum Muslimin bersepakat mengenai kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan.
Maka barangsiapa yang menolak kewajiban berpuasa dalam bulan Ramadhan,
maka dia murtad, kafir, yang harus bertaubat. Maka apabila dia bertaubat dan
menyepakati kewajiban berpuasa, ia dapat dimaafkan, tetapi jika tidak, dia
mesti dibunuh sebagai orang kafir.
Berpuasa di bulan Ramadhan diwajibkan setelah tahun kedua hijriyah. Maka
Rasulullah selama hidupnya berpuasa sembilan kali.
Berpuasa wajib bagi setiap Muslim yang telah mencapai akil baligh (mencapai
masa pubertas). Oleh karena itu, puasa tidak wajib atas orang-orang kafir, juga
tidak akan diterima darinya sampai dia masuk Islam. Tidak juga wajib bagi
anak-anak untuk berpuasa sampai dia mencapai usia akil baligh. Seorang anak
laki-laki mencapai usia akil baligh ketika dia mencapai usia 15 tahun atau
dengan tumbuhnya rambut disekitar kemaluannya, atau dengan keluarnya mani
saat tidur atau selainnya. Seorang anak perempuan mencapai usia akil baligh
ketika pertama kali mengalami menstruasi. Maka jika salah satu dari hal ini
dialami oleh anak-anak remaja, maka dia telah mencapai masa pubertas (dan
diwajibkan untuk berpuasa).
Namun demikian, anak-anak (dibawah usia pubertas) harus diperintahkan untuk
berpuasa, jika mereka mampu melaksanakannya dan tidak membahayakan
mereka, sehingga mereka akan terbiasa dengannya.
Berpuasa juga tidak diwajibkan bagi seseorang yang kehilangan kesadaran,
apakah karena kegilaan, pembedahan otak, dan lain-lain. Maka berdasarkan hal
ini, jika ada seorang dewasa yang kehilangan kesadaran dan tidak dapat
membedakan dengan dirinya sendiri, dia tidak wajib berpuasa atau memberi
makan orang miskin (sebagai kafarat).
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di
dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan
penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak
dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri
tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,
dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah
baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang
lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran
bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu
bersyukur. (QS Al-Baqarah.” [2] : 183 -185)
Juga Nabi bersabda:
“Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang
haq kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh,
menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah, dan
berpuasa pada bulan Ramadhan.” (Mutafaq Alaihi)1
Pada riwayat dalam Shahih Muslim: “…Berpuasa pada bulan Ramadhan dan
mengerjakan haji ke Baitullah.”
Kaum Muslimin bersepakat mengenai kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan.
Maka barangsiapa yang menolak kewajiban berpuasa dalam bulan Ramadhan,
maka dia murtad, kafir, yang harus bertaubat. Maka apabila dia bertaubat dan
menyepakati kewajiban berpuasa, ia dapat dimaafkan, tetapi jika tidak, dia
mesti dibunuh sebagai orang kafir.
Berpuasa di bulan Ramadhan diwajibkan setelah tahun kedua hijriyah. Maka
Rasulullah selama hidupnya berpuasa sembilan kali.
Berpuasa wajib bagi setiap Muslim yang telah mencapai akil baligh (mencapai
masa pubertas). Oleh karena itu, puasa tidak wajib atas orang-orang kafir, juga
tidak akan diterima darinya sampai dia masuk Islam. Tidak juga wajib bagi
anak-anak untuk berpuasa sampai dia mencapai usia akil baligh. Seorang anak
laki-laki mencapai usia akil baligh ketika dia mencapai usia 15 tahun atau
dengan tumbuhnya rambut disekitar kemaluannya, atau dengan keluarnya mani
saat tidur atau selainnya. Seorang anak perempuan mencapai usia akil baligh
ketika pertama kali mengalami menstruasi. Maka jika salah satu dari hal ini
dialami oleh anak-anak remaja, maka dia telah mencapai masa pubertas (dan
diwajibkan untuk berpuasa).
Namun demikian, anak-anak (dibawah usia pubertas) harus diperintahkan untuk
berpuasa, jika mereka mampu melaksanakannya dan tidak membahayakan
mereka, sehingga mereka akan terbiasa dengannya.
Berpuasa juga tidak diwajibkan bagi seseorang yang kehilangan kesadaran,
apakah karena kegilaan, pembedahan otak, dan lain-lain. Maka berdasarkan hal
ini, jika ada seorang dewasa yang kehilangan kesadaran dan tidak dapat
membedakan dengan dirinya sendiri, dia tidak wajib berpuasa atau memberi
makan orang miskin (sebagai kafarat).
Sponsor link:

Komentar
Posting Komentar