Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Kepuasan Intelektual, Apresiasi Rasa, dan UlulAlbab Menuju Taqwa

Marilah kita buka tulisan ini dengan menyajikan sekelumit kalkulasi di dalam bidang ilmu hidrodinamika, khususnya dalam hal masalah bagaimana prosesnya angin membentuk ombak pada permukaan laut melawan viskositas. Singkatnya terjadinya ombak oleh tiupan angin. Dalam sebuah buku tentang terjadinya ombak, saya balik-balik halamannya, lalu saya dapatkan kalkulasi sebagai berikut:  Kalkulasi itu antara lain seperti berikut. Gaya-gaya eksternal p'yy dan p'xy yang bekerja pada permukaan air dinyatakan oleh persamaan:  p'yy/gre = (a^2nk^2@+@^2)A-i(s^2+2nkma)C / g^k(A-iC)  dan seterusnya, dan seterusnya, kalkulasi tentang terjadinya ombak oleh tiupan angin itu mengambil tempat 2 halaman. Kalkulasi itu akhirnya menghasilkan kesimpulan-kesimpulan berikut: Pada kecepatan bertiup 1,5 km per jam, angin itu menyebabkan permukaan laut diliputi oleh kerut-kerut air yang kecil-kecil, katakanlah ombak sehalus rambut. Saya masih ingat waktu kecil ketika bermain-main sampan layar, saya yang ...

Ilmu-Ilmu Tradisional yang Berbau Mistik, Masikah Relevan Masa Kini?

Marilah kita mulai dengan mengangkat sebuah cerita tiga orang tokoh di telaga Mawang. Cerita ini diambil dari sebuah Lontara tentang hikayat Syaikh Yusuf Tuanta Salamaka. Ketiga tokoh itu adalah Lu'muka ri Antang, Datoka ri Pa'gentungang dan Tuanta Salamaka. Ketiganya sedang memancing ikan di Mawang dalam keadaan hujan rintik-rintik diselingi sekali-sekali dengan sambaran kilat. Hampir serempak mereka ketiganya menggulung rokok. Setelah rokok digulung, Lu'muka ri Antang menyulut rokoknya pada titik hujan yang menitik melalui saraungnya, yaitu semacam topi (sombrero) yang dipakai oleh petani di sawah ataupun nelayan di laut. Datoka ri Pa'gentungan membakar rokoknya ketika kilat sedang menyambar. Sedangkan Tuanta Salamaka turun ke telaga Mawang, memasukkan tangannya yang memegang rokok hingga siku, kemudian menarik tangannya keluar air, dan menyalalah rokoknya. Cerita itu berbau mistik.  Sebenarnya di situlah letak kejeniusan nenek moyang kita. Menyelipkan cerita yang ber...

Qissah Nabi Nuh AS dan Epos Gilgamesy

Seperti telah dikemukakan dalam seri 003 bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari di sekolah-sekolah umum dibangun di atas landasan filsafat positivisme. Artinya ilmu pengetahuan itu tidaklah polos melainkan sudah dijerumuskan berpihak kepada yang atheis, tidak percaya akan Tuhan, yang agnostik, acuh tak acuh tentang Tuhan, dan yang deist, tidak percaya akan wahyu walaupun percaya akan adanya Tuhan. Ilmu pengetahuan yang demikian itu hanya mempunyai dua sumber yaitu alam dan sejarah. Para pakar yang atheist, agnotik dan deist dalam menganalisa pergelutan pandangan, benak dan alam pikiran manusia, tentu saja hanya memakai pendekatan historis. Sayangnya para pakar yang beragama Islam turut pula terperangkap ke dalam jaring filsafat positivisme, sebab kalau tidak demikian hasil analisa mereka itu akan dicap tidak ilmiyah: melanggar rambu-rambu dan tatacara keilmuan. Demikianlah para pakar dari ketiga golongan itu yang tergabung dalam filsafat positivisme bersama-sama dengan para pakar yang ...

Hakekat Tasauf -Bab Penutup-

Setelah pembahasan di atas, maka jelaslah bagi kita semua bahwa ajaran tasawuf adalah ajaran sesat yang menyimpang sangat jauh dari petunjuk Al Quran dan As Sunnah, yang dengan mengamalkan ajaran ini – na’udzu billah min dzalik – seseorang bukannya makin dekat kepada Allah ‘Azza wa Jalla , tapi malah semakin jauh dari-Nya, dan hatinya bukannya makin bersih, akan tetapi malah semakin kotor dan penuh noda. Kemudian jika timbul pertanyaan, “Kalau begitu usaha apa yang harus kita lakukan dalam upaya untuk menyucikan jiwa dan hati kita?” Maka jawabannya adalah sederhana sekali, yaitu, Pelajari dan amalkan syariat islam ini lahir dan batin, maka dengan itulah jiwa dan hati kita akan bersih (untuk lebih jelasnya silakan pembaca menelaah kitab Manhajul Anbiya’ fii Tazkiyatin Nufus tulisan Syaikh Salim Al Hilali, yang ditulis khusus untuk menjelaskan masalah penting ini), karena di antara tugas utama yang dibawa para Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah menyucikan...

Hukum Seputar Bid'ah

Saya tutup pembicaraan ini dengan menyebutkan sebuah hadits dari Shahih al-Bukhari yang menunjukkan bahwa tidak setiap orang yang terjerumus kepada kekufuran maka dirinya menjadi kafir dengan serta merta. Diriwayatkan oleh dua sahabat besar Nabi, Abu Sa’id al-Khudri dan Hudzaifah bin al-Yaman – Radhiyallahu ‘anhuma - mereka berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda :   “ Dahulu pada zaman orang-orang sebelum kalian, ada seorang lelaki yang sedang sekarat, lalu ia mengumpulkan anak-anaknya di sekelilingnya. Ia berkata kepada mereka, “ Bapak seperti apakah aku ini di mata kalian?” mereka menjawab, “sebaik-baik bapak” . Dia melanjutkan, “Sesungguhnya aku belum pernah berbuat kebajikan sekecil apapun, jika Alloh menakdirkanku maka Ia akan menyiksaku dengan siksa yang amat keras. Jika aku mati, bawalah mayatku dan bakarlah dengan api kemudian sebagian debunya hamparkan di atas lautan dan sebagian lagi biarkan diterpa angin.” Lalu diapun mati. A...