Setelah pembahasan di atas, maka
jelaslah bagi kita semua bahwa ajaran tasawuf adalah ajaran sesat yang
menyimpang sangat jauh dari petunjuk Al Quran dan As Sunnah, yang dengan
mengamalkan ajaran ini –na’udzu
billah min dzalik– seseorang
bukannya makin dekat kepada Allah ‘Azza wa Jalla , tapi malah semakin
jauh dari-Nya, dan hatinya bukannya makin bersih, akan tetapi malah semakin
kotor dan penuh noda. Kemudian jika timbul pertanyaan,
“Kalau begitu usaha apa yang harus
kita lakukan dalam upaya untuk menyucikan jiwa dan hati kita?” Maka jawabannya adalah sederhana sekali, yaitu,
Pelajari dan amalkan syariat islam ini lahir dan batin, maka dengan itulah jiwa
dan hati kita akan bersih (untuk lebih jelasnya silakan pembaca menelaah kitab
Manhajul Anbiya’ fii
Tazkiyatin Nufus tulisan Syaikh
Salim Al Hilali, yang ditulis khusus untuk menjelaskan masalah penting ini),
karena di antara tugas utama yang dibawa para Rasul shallallahu ‘alaihi wa
sallam adalah
menyucikan jiwa dan hati manusia dengan mengajarkan kepada mereka syariat Allah
‘Azza wa Jalla , sebagaimana firman
Allah:
“Sungguh Allah telah memberi karunia
kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang
rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat
Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al kitab dan Al
Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka
adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS.
Ali ‘Imran: 164)
Maka orang yang paling banyak memahami dan mengamalkan petunjuk Al
Quran dan As Sunnah dengan baik dan benar, maka dialah orang yang paling bersih
dan suci hati dan jiwanya dan dialah orang yang paling bertakwa kepada Allah
‘Azza wa Jalla , karena semua orang berilmu sepakat mengatakan bahwa:
“Penghalang utama yang menghalangi
seorang manusia untuk dekat kepada Allah ‘Azza wa Jalla adalah (kekotoran)
jiwanya.”
(Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya
Igatsatul
Lahafan dan
Al Fawa’id). Oleh karena inilah Rasulullah
shallallahu
‘alaihi wa sallam
mempermisalkan petunjuk dan ilmu yang Allah turunkan kepada beliau
shallallahu
‘alaihi wa sallam
dengan air hujan yang Allah turunkan dari langit, karena sebagaimana fungsi air
hujan adalah untuk menghidupkan, membersihkan dan menumbuhkan kembali tanah yang
tandus dan gersang, maka demikian pula petunjuk dan ilmu yang dibawa oleh
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah untuk
menghidupkan, menyucikan dan
menumbuhkan hati manusia, dalam hadits Abi Musa Al ‘Asy’ari radhiallahu
‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
Ø¥ِÙ†َّ Ù…َØ«َÙ„َ Ù…َا بَعَØ«َÙ†ِÙŠَ اللهُ بِÙ‡ِ
Ù…ِÙ†َ الْÙ‡ُدَÙ‰ ÙˆَالْعِÙ„ْÙ…ِ ÙƒَÙ…َØ«َÙ„ِ غَÙŠْØ«ٍ Ø£َصَابَ Ø£َرْضاً…
Ø§Ù„ØØ¯ÙŠØ«
“Sesungguhnya permisalan dari petunjuk
dan ilmu yang aku bawa dari Allah adalah seperti hujan (yang baik) yang Allah
turunkan ke bumi…” (HSR Imam
Al Bukhari 1/175 – Fathul Bari dan Muslim no.
2282)
Semoga tulisan ini Allah ‘Azza wa
Jalla jadikan bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi semua orang yang
membacanya.
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا Ù…ØÙ…د وآله ÙˆØµØØ¨Ù‡
أجمعين، وآخر دعوانا الØÙ…د لله رب
العالمين.
*****
HAKIKAT TASAWUF
Oleh :Ustadz Abdullah Taslim, Lc.
(Mahasiswa S2 Pasca Sarjana Universitas Islam Madinah)
Kunjungi juga:

Komentar
Posting Komentar