Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Pelajaran Keenam: Zakat dan Manfaatnya

Bagian 15: Zakat adalah salah satu kewajiban dalam Islam. Zakat juga merupakan salah satu dari rukun Islam dan yang paling penting setelah syahadat dan puasa. Dalil dari kewajiban zakat dapat ditemukan dalam Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya dan ijma’ kaum Muslimin. Oleh karena itu, barangsiapa yang menolak kewajiban membayar zakat maka dia kafir dan telah keluar dari Islam, dan dia harus diperintahkan untuk bertaubat, dan jika tidak maka dia harus dibunuh. Dan barangsiapa yang pelit dalam memberikannya atau mengurangi jumlahnya, maka dia termasuk orang-orang yang zalim yang berhak mendapatkan hukuman Allah. Allah berfirman: “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit...

Pelajaran mengenai Puasa Tarawih dan Zakat Syekh Utsaimin

Bagian 14: Apabila seseorang memilih untuk melebihi sebelas raka’at, maka tidak mengapa karena Nabi suatu kali ditanya mengenai shalat malam menjawab: “Dua raka’at dua raka’at. Kemudian apabila salah seorang dari kalian khawatir akan waktu subuh shalatlah satu raka’at, yang menjadikannya shalat witr (ganjil).” (Dikeluarkan dalam kedua kitab Shahih)16 Namun demikian, menjaga dan berpegang kepada jumlah yang disebutkan dalam Sunnah, manakala melaksanakannya dengan perlahan dan memanjangkannya, dengan cara yang tidak membebani orang-orang adalah lebih baik dan lebih sempurna. Adapun mengenai apa yang dilakukan orang-orang seperti tergesa-gesa dalam shalat adalah hal yang berlebih-lebihan, demikian ini menyalahi apa yang telah ditentukan dalam agama. Apabila shalat dengan cara seperti ini meninggalkan salah satu dari kewajiban atau rukun shalat, maka hal itu telah membatalkan shalatnya. Banyak dari para imam yang memimpin shalat tidak memanfaatkan waktu dalam shalat...

DEFENISI KALAM

Bagian 13: Definisi : Kalam secara bahasa : "Lafadh yang diletakkan untuk suatu makna." Dan secara istilah : اْللَّفْظُ المُفِيد "Lafadh yang berfaidah (memiliki makna)", Misalnya : ( الله ربنا ومحمد نب ين ا ) "Allah adalah Robb kita dan Muhammad adalah Nabi kita". Dan suatu kalam minimal tersusun dari dua kata benda; atau satu kata kerja dan satu kata benda. Contoh yang pertama : ( محمد رسول الله ) "Muhammad adalah Rosullullah" dan contoh yang kedua adalah ( استقام محمد ) "Muhammad berdiri". Dan satu bagian dari kalam disebut kata yaitu : Lafadh yang diletakkan untuk suatu makna tunggal, yaitu kadang-kadang berupa kata benda (isim), kata kerja (fi'il), atau huruf (harf). Isim (kata benda) : "apa-apa yang menunjukkan makna pada dirinya sendiri dengan tidak menunjukkan waktu tertentu." Dan isim ada tiga macam : Pertama : Apa-apa yang menunjukkan keumuman misalnya kata sambung. Kedua : Apa-apa ya...

Pelajaran Kelima: Shalat Tarawih

Bagin 12: Tarawih adalah mendirikan shalat malam secara berjama’ah di bulan Ramadhan. Waktu pelaksanaannya adalah setelah shalat Isya sampai tiba waktu fajar. Nabi mendorong kita untuk melaksanakan Tarawih di bulan Ramadhan dimana beliau bersabda: “Barangsiapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharapkan ganjaran, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”12 Dan di dalam Shahih Bukhari, Aisyah radhillahu anha meriwayatkan bahwa: “Nabi mendirikan shalat malam suatu malam di masjid dan mengimami orang-orang shalat. Kemudian beliau shalat pada malam berikutnya dan orangorang bertambah banyak. Kemudian orang-orang berkumpul pada malam ketiga dan keempat namun beliau tidak keluar mengimani mereka. Keesokan harinya beliau berkata: “Aku melihat apa yang kalian lakukan (tadi malam) dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar kepada kalian kecuali aku takut hal itu akan diwajibkan atas kalian.”13 Hal ini berlangsung di bulan Ramadha...

Pelajaran mengenai Puasa Tarawih dan Zakat Syekh Utsaimin

Bagian 11: Dan jika seseorang makan dan menyangka bahwa Fajar belum tiba atau bahwa matahari telah terbenam, namun kenyataannya kemudian jelas baginya kebalikan dari apa yang disangkanya itu, puasanya tetap sah karena dia tidak menyadarinya saat itu. Tercantum dalam Shahih Bukhari bahwa Asma’ bint Abu Bakar radhiallahu anha berkata: “Kami pernah berbuka di masa Nabi di hari yang berkabut, kemudian matahari terlihat oleh kami (yakni belum terbenam).”8 Jika seandainya mengganti puasa itu adalah wajib, Nabi pasti telah menjelaskannya kepada kita, karena Allah telah menyempurnakan agama ini melalui beliau. Dan jika Nabi telah menjelaskannya, para Sahabat pasti telah menyampaikannya karena Allah mempercayakan kepada mereka untuk menjaga agama ini. Karena para Sahabat tidak menyampaikannya, kita lalu mengetahui bahwa hal ini tidak diwajibkan. Demikian juga ada banyak alasan yang membutuhkan pengetahuan bahwa hal itu telah dikabarkan, karena pentingnya masalah terse...

Pelajaran mengenai Puasa Tarawih dan Zakat Syekh Utsaimin

Bagian 10: Orang yang berpuasa tidak batal puasanya karena sebab-sebab diatas kecuali dia terlebih dahulu menemui tiga keadaan: 1. Dia harus mengetahui hukumnya dan kapan hukum tersebut berlaku. 2. Dia harus sadar (yakni tidak terhitung karena kealpaan). 3. Dia melakukan dengan niat dan keinginan. Maka jika seseorang melakukan Bekam dan tidak menyadari bahwa Bekam membatalkan puasanya, maka puasanya tetap sah karena dia tidak mengetahui hukumnya. Allah berfirman: “Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu” (Qs Al-Ahzab [33] : 5) Dan Dia berfirman: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.” (QS Al-Baqarah [2] : 286) Juga diriwayatkan dalam kedua kitab Shahih bahwa Adi bin Hatim menempatkan benang hitam dan putih di bawah bantalnya dan mulai makan sambil memandangi keduanya. Sehingga apabila satu dan lainnya dapat dibedakan dia akan berhenti makan, ...

Pelajaran Keempat: Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Bagian 9: Hal-hal yang membatalkan puasa ada tujuh : 1. Jima’. Hal ini ketika penis memasuki vagina. Maka ketika seseorang berpuasa dan melakukan jima’, maka puasanya batal. Lebih jauh, jika jima’ dilakukan pada siang hari di bulan Ramadhan, dimana puasa diwajibkan, maka ia diwajibkan untuk membayar kafarat atas keburukan yang dia lakukan, yakni membebaskan seorang budak. Apabila dia tidak mampu maka dia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut (setelah Ramadhan). Apabila dia tidak dapat melakukannya, dia harus memberi makan enam puluh orang fakir miskin. Namun demikian, jika berpuasa tidak wajib baginya, seperti seorang musyafir, dan dia berjima dengan isterinya ketika berpuasa, dia harus mengganti puasanya dan tidak wajib membayar kafarat tersebut. 2. Keluarnya mani karena bercumbu, berciuman, berpelukan dan lain-lain. Namun jika seseorang mencium isterinya dan tidak mengeluarkan mani maka tidak membatalkan puasanya. 3. Makan dan Minum: Ini ketika makanan atau...

Pelajaran mengenai Puasa Tarawih dan Zakat Syekh Utsaimin

Bagian 8: Kata 6 Na ( 7 ) disini diambil dari makna cinta (yakni Dia mencintai kemudahan bagimu). Jika tidak ada bedanya bagimu berpuasa atau tidak berpuasa, maka berpuasa adalah lebih disukai, karena inilah yang dilakukan oleh Nabi sebagaimana yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abu Darda , dia berkata: “Kami keluar bersama Nabi pada bulan Ramadhan dalam kondisi udara yang sangat panas sampai-sampai masing-masing kami meletakkan tangan di atas kepala, karena panasnya. Dan tidak ada yang berpuasa di antara kami kecuali Rasulullah dan Abdullah bin Rawaha.”6 Musafir dianggap melakukan perjalanan (bersafar) sejak saat dia meninggalkan negerinya sampai saat dia kembali. Dan jika dia menetap ditempat yang dituju selama beberapa waktu, dia tetap dianggap musyafir selama dia mempunyai niat tidak akan pernah bermukim di tempat tersebut setelah urusannya yang menyebabkan dia melakukan perjalanan terpenuhi. Maka dia berhak atas rukhsah orang yang bersafar mes...

Musafir mencakup dua jenis:

Bagian 7: Musafir mencakup dua jenis: Pertama: Barangsiapa yang berniat melakukan perjalanan sebagai cara untuk menghindari puasa. Tidak dibolehkan bagi orang tersebut untuk membatalkan puasanya, karena berusaha menghindari kewajiban terhadap Allah tidak menghilangkan kewajiban itu darinya. Kedua: Barangsiapa yang melakukan perjalanan tidak dengan niat di atas. Orang tersebut mungkin termasuk dalam salah satu dari tiga kategori berikut ini: 1. Berpuasa sangat menyulitkan baginya. Dalam hal ini, dilarang baginya berpuasa, karena suatu kali Nabi berpuasa dalam sebuah ekspedisi militer untuk menaklukkan Makkah, ketika sampai kepada beliau berita bahwa orangorang mengalami kesulitan untuk berpuasa dan mereka memandang ke arahnya untuk melihat apa yang beliau lakukan. Maka beliau meminta secangkir air setelah Ashar dan minum darinya sedangkan orang-orang melihatnya. Kemudian dikatakan kepadanya: “Sebagian orang masih berpuasa.” Maka beliau bersabda: 1 ` ...

Pelajaran mengenai Puasa Tarawih dan Zakat Syekh Utsaimin

Bagian 6: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (Qs An-Nisa [4] : 29) Dan Dia berfirman: “dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan,” (QS Al-Baqarah [2] : 195) Dan dalam sebuah hadits, Nabi bersabda: N ^ R N ^ R – “tidak membahayakan orang lain dan tidak membahayakan diri sendiri.”4 Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Al-Hakim, dan An-Nawawi berkata: “Jalur periwayatannya saling menguatkan satu sama lain.” Seseorang dapat mengetahui jika berpuaa dapat membahayakan orang yang sakit dengan (1) orang tersebut merasakan bahwa berpuasa akan berbahaya bagi dirinya, atau dengan (2) dinasihatkan oleh seorang dokter yang terpercaya. Manakala seseorang sakit yang seperti ini dan membatalkan puasanya, dia harus mengganti jumlah hari yang ditinggalkannya ketika dia sembuh. Namun jika dia mati sebelum pulih (dari sakitnya), maka tidak lagi wajib atasnya mengganti puasa tersebut. Karena dia hanya ...

Pelajaran Ketiga: Hukum Berpuasa bagi Orang yang Sakit dan Musafir

Bagian 5: Pelajaran Ketiga: Hukum Berpuasa bagi Orang yang Sakit dan Musafir Allah Ta’ala berfirman: “dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu….” (QS Al-Baqarah [2] : 185) Orang sakit terdiri dari dua jenis: Pertama: Barangsiapa yang memiliki penyakit kronis dan tidak diharapkan kesembuhannya (dalam waktu dekat), misalnya kanker, maka orang ini tidak diwajibkan berpuasa. Hal ini karena dia tidak memiliki kondisi yang diharapkan dia mampu melakukannya (yakni berpuasa). Namun demikian, untuk setiap hari yang ditinggalkannya, dia harus memberi makan fakir miskin, apakah dengan mengumpulkan sejumlah orang miskin sesuai dengan hari yang ditinggalkannya dan memberi makan kepada mereka sekaligus sebagaimana yang dilakukan oleh Anas bin Malik di masa tuanya, atau dengan membagik...

Pelajaran mengenai Puasa Tarawih dan Zakat Syekh Utsaimin

Bagian 4: Maka ketika orang yang berpuasa mentaati syarat-syarat ayat dan hadits ini, puasanya menjadi bermanfaat baginya untuk melatih jiwanya, memperbaiki akhlaknya dan memperbaiki suluk prilakunya. Dan dia tidak keluar dari Ramadhan kecuali bahwa dia mendapati jiwanya, akhlaknya, dan perbuatannya memperoleh pengaruh yang baik. Dan dari hikmah puasa adalah bahwa seseorang yang memiliki kekayaan tersadarkan akan besarnya nikmat Allah kepadanya, sehingga Allah menjadikan mudah baginya untuk mendapatkan apa-apa yang dia inginkan dari makanan, minuman dan menikah dan hal-hal lain yang Allah perkenankan di dalam agama. Oleh karena itu, dia bersyukur kepada Tuhannya untuk nikmat-nikmat ini dan mengingat saudaranya yang miskin yang tidak dapat memiliki hal-hal tersebut. Dan hal ini akan membuatnya bersikap murah hati kepada saudaranya, dengan memberikannya sedekah dan berbuat baik kepadanya. Dan dari hikmah puasa adalah melatih seseorang untuk mengekang dan mengarahkan jiw...

Pelajaran kedua: Hikmah dan Manfaat Berpuasa

Bagian 3: Salah satu nama Allah adalah Al-Hakim (Yang Maha Bijaksana). Dan Al-Hakim adalah yang memiliki karakteristik Hikmah. Hikmah berarti: Memperlakukan suatu perkara dengan benar dan tepat dan menempatkannya pada tempatnya. Nama ini mengharuskan bahwa segala sesuatu yang Allah ciptakan dan syari’atkan adalah dengan hikmah yang teramat besar – barangsiapa yang mengetahuinya, mengetahuinya, dan barangsiapa yang tidak menyadarinya, tidak mengetahuinya. Puasa, sesuatu yang telah Allah tetapkan dan wajibkan atas hamba-hamba-Nya, memiliki hikmah yang sangat besar dan begitu banyak manfaat. Diantara hikmah berpuasa adalah: Puasa merupakan perbuatan ibadah yang dilakukan untuk Allah, dimana sang hamba menjadi lebih dekat kepada Tuhannya dengan meninggalkan apa-apa yang dicintai dan diinginkannya, seperti makan, minum dan berhubungan badan. Hal ini dilakukan dalam rangka meraih ridha dan taufik Allah di kehidupan berikutnya. Dengan melakukannya, dia menunjukkan secara la...

Pelajaran Mengenai Puasa olah Syekh Utsaimin

Bagian 2: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS Al-Baqarah.” [2] : 183 -185) Juga Nabi bersabda: “Islam itu dibangun di atas lima perkara, yaitu: Bersaksi tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh, menegakk...

Pelajaran mengenai Puasa, Tarawih dan Zakat

Bagian 1: PENDAHULUAN esungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, meminta pertolongan dan memohon ampun kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada-Nya dari kejahatan diri-diri kami dan kejahatan perbuatan kami. Barangsiapa yang ditunjuki oleh Allah, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa disesatkan-Nya, tidak ada yang dapat menunjukinya. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang patut diibadahi kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah Hamba dan Rasul-Nya. Semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya, keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dalam kebaikan, sampai hari kemudian. Amma ba’du. Dalam kesempatan ini dengan dekatnya kedatangan bulan Ramadhan yang diberkahi, kami ingin mempersembahkan kepada saudara-saudara Muslimin pelajaran-pelajaran berikut ini, memohon kepada Allah agar Dia menjadikan amalan ini ikhlas hanya untuk-Nya semata dan sesuai dengan ketetapan syariatnya, demikian ju...

Bid’ah dalam penjelasan kesempurnaan syari’at dan bahayanya

Bagian 1: Segala puji hanya milik Allah I, kami memuji-nya, meminta tolong, meminta ampun hanya kepada-Nya, dan bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan diri-diri kami dan dari kejelekan amal-amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkanNya, maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya. Kami bersaksi bahwa tidak ada ilah yang hak untuk disembah kecuali Allah semata tanpa ada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya yang Allah utus dengan petunjuk dan agama yang haq, menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasehatkan umatnya dan berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya, sampai datangnya keyakinan (mati) dan meninggalkan umatnya di atas jalan yang terang, malamnya seperti siangnya, tidak ada yang menyimpang dari jalannya kecuali akan binasa. Beliau menjelaskan pada jalan tersebut sesuatu yang dibutuhkan u...