Langsung ke konten utama

Pelajaran Ketiga: Hukum Berpuasa bagi Orang yang Sakit dan Musafir

Bagian 5:

Pelajaran Ketiga: Hukum Berpuasa bagi Orang yang Sakit dan Musafir

Allah Ta’ala berfirman:

“dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah
baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang
lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran
bagimu….” (QS Al-Baqarah [2] : 185)
Orang sakit terdiri dari dua jenis:
Pertama: Barangsiapa yang memiliki penyakit kronis dan tidak diharapkan
kesembuhannya (dalam waktu dekat), misalnya kanker, maka orang ini tidak
diwajibkan berpuasa. Hal ini karena dia tidak memiliki kondisi yang diharapkan
dia mampu melakukannya (yakni berpuasa). Namun demikian, untuk setiap hari
yang ditinggalkannya, dia harus memberi makan fakir miskin, apakah dengan
mengumpulkan sejumlah orang miskin sesuai dengan hari yang ditinggalkannya
dan memberi makan kepada mereka sekaligus sebagaimana yang dilakukan oleh
Anas bin Malik di masa tuanya, atau dengan membagikan makanan bagi
orang-orang fakir sesuai dengan hari yang ditinggalkannya dan kemudian
memberikan setiap orang fakir seperempat sha’, yakni beratnya kurang lebih
setengah kilo 10 gram gandum yang baik. Akan lebih baik jika seseorang
menyajikan daging atau lemak bersamanya untuk melengkapi makanan
tersebut. Hal yang sama juga berlaku terhadap orang tua yang tidak dapat
berpuasa, dalam hal dia harus memberi makan orang fakir untuk setiap hari
yang ditinggalkannya.
Kedua: Barangsiapa yang mengalami sakit yang temporer dan mereka akan
sembuh darinya seperti demam dan semisalnya. Jenis penyakit seperti ini
mencakup tiga hal:
1. Berpuasa tidak akan membebani atau membahayakannya. Orang yang
mengalami sakit seperti ini diwajibkan untuk berpuasa karena dia tidak
memiliki alasan untuk tidak berpuasa.
2. Berpuasa akan menyulitkannya namun tidak membahayakan dirinya. Dalam
keadaan ini tidak disukai darinya berpuasa karena berarti orang tersebut
tidak menggunakan kemudahan dari Allah (rukhsah), pada saat yang
bersamaan membebani dirinya sendiri.
3. Berpuasa akan membahayakan dirinya. Dalam hal ini, dilarang baginya
berpuasa karena akan menimbulkan bahaya bagi dirinya. Allah berfirman:

Sponsor link:


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teman-Teman Inilah DiaSistem Mengenakan Pakaian Ihram bagi Laki-Laki dan Perempuan

Ihram yakni roman seseorang yang setelah beniat sepanjang mengerjakan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang menyelenggarakan ihram disebut plus kata tunggal "muhrim" dan lazim "muhrimun". benih jamaah haji dan umrah pantas menyelenggarakannya sebelum di miqat dan diakhiri oleh tahallul. Baca juga: travel umroh jakarta terbaik costum ihram yang digunakan adalah setelan ceria yang kagak boleh dijahit (bagi pria) dan disunnahkan berpoleng putih. tambah mengenakan baju ihram ini bermakna mengidentifikasi dimulainya ibadah haji atau umrah per dari miqatnya. seterusnya ragam memerlukan pakaian ihram: BAGI pria: baju ihram atas pria terdiri dari dua helai kain, satu keping melilit jasmani dari pinggang hingga di lembah (bukit) lutut dan sehelai sedang diselempangkan sejak dari bahu kiri ke lembah (bukit) ketiak kanan. Selengkapnya kuasa dilihat plong gambar: 1.Pilihlah satu lampir kain yang bertambah panjang menurut dipakai di elemen kecil wadah 2.Bentangkan letak kedua ...

Halo Rekan-Rekan BerikutPeraturan Menerapkan Baju Ihram bagi Lelaki dan Perempuan

Ihram adalah laksana seseorang yang setelah beniat demi mengoperasikan ibadah haji dan atau umrah. Mereka yang mewujudkan ihram disebut bersama-sama sebutan tunggal "muhrim" dan natural "muhrimun". benih jamaah haji dan umrah pantas menjelmakannya sebelum di miqat dan diakhiri demi tahallul. Baca juga: tour and travel umroh jakarta busana ihram yang digunakan merupakan setelan murni yang tak boleh dijahit (bagi laki-laki) dan disunnahkan bercorak putih. seraya mengenakan pakaian ihram ini berjasa menandai dimulainya ibadah haji atau umrah mulai dari miqatnya. beserta orde mengikuti busana ihram: BAGI laki-laki: pakaian ihram lumayan putra terdiri dari dua eksemplar kain, satu helai mencerut fisik dari pinggang sempadan di dasar lutut dan sehelai sedang diselempangkan semenjak dari bahu kiri ke rendah ketiak kanan. Selengkapnya kuasa dilihat tenang gambar: 1.Pilihlah satu eksemplar kain yang kian panjang selama dipakai di zat pendek majelis 2.Bentangkan jabatan kedu...

8 Jenis Bahan Kain Untuk Membuat jaket couple ukuran kecil

Jaket merupakan baju luar yang panjang kebanyakan had pinggang atau pinggul, fungsinya bakal menahan angin dan menghangatkan tubuh begitu keadaan dingin. Model Jakcet kepada adam dan perempuan rata-rata senjang, teristimewa dari seleksian warna, irisan dan karakternya.Jakcet merupakan baju luar yang panjang biasanya sampai pinggang atau pinggul, kebaikannya selama menahan angin dan menghangatkan rangka begitu iklim dingin. Model Jakcet kepada laki-laki dan perempuan rata-rata berjarak, lebih-lebih dari tin-tingan warna, seksi dan tatanannya. Hampir sekotah Jaket memanfaatkan bukaan plus resleting atau kancing pada paruhan muka yang tertempel dari leher had ujung bawahnya. akan tetapi, ada para Jaket terus yang tidak ada bukaan pada cuilan depannya. Selain modelnya, jenis incaran kain yang dipakai kepada pembuatan Jaket saja beraneka sisik. Mulai dari bahan Jacket yang tipis dan tebal, ada saja yang anti air dan angin, maka bumbu Jaket dari kulit alami. Tapi tidak sekotah bangsa sasaran...